painting
saya tidak tahu bagaimana caranya mengungkapin perasaan melalui lukisan.. semenjak saya menonton HONEY AND CLOVER, saya semakin penasaran dengan yang namanya lukisan.. kadang kala, orang bisa menangis cuma melihat lukisan.. bagaimana suatu lukisan tersebut bisa dibilang indah atau mempunyai nilai seni yang begitu tinggi sehingga dipuji dan menyentuh hati orang.. semua orang juga bisa mengungkapin perasaannya, dan tentunya semua orang bilang karya dialah yang paling bagus karena mereka bisa melukiskan apa yang mereka rasakan pada saat itu.. kemungkinan saya orang yang awam soal seni.. tapi bagaimanpun lukisan itu memang sesuatu yang penuh misteri, sebut saja lukisan abstrak, bagi saya sulit untuk memahaminya.. apakah pikiran dan perasaan menyatu semuanya di dalam suatu lukisan? hanya pelukis yang mengetahuinya.. Van Gogh dan Leonardo Da Vinci telah menelurkan berbagai lukisan yang ‘bagus’ meskipun saya menganggap itu sesuatu yang biasa saja dan beberapa orang bisa memalsukannya.. tetapi kata orang, mereka tidak bisa memalsukan perasaan yang telah ditumpahkan ke lukisan tersebut.. bagaimana sebenarnya untuk memahami perasaan yg dialami oleh pelukis sewaktu dia melukis? perasaan mengebu-gebu, sedih, putus asa, kecewa, gembira.. meskipun demikian, saya menikmati ciptaan-ciptaan dari sapuan kuas yang bergeliat di kanvas nan putih.. ~end~
“painting is a blind man’s profession. he paints not what he sees, but what he feels, what he tells himself about what he has seen” <Pablo Picasso>
alone
merasa sedih dan kecewa, tentu semua orang pernah merasakannya dan semua orang juga ingin menyendiri pada waktu seperti itu.. entah ke mana yang penting tidak ada orang lain.. tidak bisa ketawa tetapi masih bisa tersenyum.. saya sebenarnya juga suka dengan keadaan tersebut dimana kekecewaan dan keputusasaan menyelimuti, tidak ingin seseorangpun yang menggangu pada waktu tersebut.. mendengar lagu-lagu melan serasa hanya seorang di dunia ini dan terus menerus ingin merasakan kepedihan ini.. terasa hampa.. namun, keesokan harinya saya akan lupa akan perasaan kehampaan tersebut.. entah karena saya seperti ini tapi sesuatu hal yang pasti, kita akan mengalami perasaan tersebut di lain kesempatan.. ~end~
“the barrier within yourself can only be overcome alone” <quoted from HONEY AND CLOVER>
delay
menunda-nunda suatu pekerjaan atau hal memang suatu sifat yang tidak baik.. meskipun begitu, manusia sangat senang selalu untuk melakukannya walaupun mereka sudah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.. termasuk juga saya yang mempunyai ‘bad habit’ seperti yang disebut dan sampai hari ini saya selalu berkomitmen untuk melakukan hal segera mungkin tetapi tetap saja itu merupakan hal yang sulit.. manusia sebenarnya bisa mengerjakan pada waktu ini juga jika mereka mempunyai motivasi atau kemauan yang kuat dan tentunya deadline.. motivasi sebenarnya bisa diterapkan dengan cara mengingatkan kepada kita sendiri bagaimana akibat-akibat yang muncul jika kita menunda-nunda.. walaupun kita tetap ingat akibat yang muncul tetap saja seorang manusia itu ogah untuk melakukannya melainkan bersenang dulu dan setelah itu membanting tulang untuk mengerjakannya segera mungkin karena dalam waktu dekat sudah mau deadline atau batas waktu.. jika kita melewati batas waktu, maka mulailah berkoar-koar mulut kita bahwa waktunya tidak cukup atau apalah yang membuat kita tidak bisa berbuat banyak terhadap kerjaan kita.. sifat kemalasan makin lama makin menjamur di dalam pikiran kita dan membuat serasa hidup ini ‘manis-pahit’ untuk dijalani.. ~end~
“if you keep thinking of tomorrow, you’ll suffer for it” <quoted from OPERATION LOVE>
kindness
saya baru selesai menonton RYOKITEKI NA KANOJO, dalam bahasa inggris judulnya my sassy girl.. bisa dibilang my sassy girl-nya versi jepang.. ceritanya agak berbeda dan lebih menyedihkan tentunya.. tokoh pria utamanya adalah seseorang yang baik sekali dan tokoh wanitanya mempunyai sifat tomboi dan suka menggangu pria tersebut.. saya melihat bahwa tokoh wanitanya hanya tidak bisa mengungkapin perasaan melalui perbuatannya, perasaan dia terus disimpan di hati dan oleh karena itu menjadi suatu sifat yang kita sebut tomboi .. seseorang dalam proses hidupnya makim lama makin matang dan mental kita makin terasah.. perenungan tentang kehidupan pun makin banyak.. selesai menonton dorama ini, saya ingin menjadi tokoh utama pria tersebut dimana dia selalu memperhatikan orang lain, membantu mereka dan kalau dibilang itu terlalu baik.. meskipun saya tahu untuk menjadi orang seperti itu butuh pengorbanan yang banyak sekali..
saya tak habis pikir, mengapa orang di sekeliling kita kadang-kadang bisa begitu buruk kepada kita.. padahal ketika saya bertemu pertama kali dengan orang lain, saya selalu merasa kalau orang tersebut adalah orang yang baik.. dilihat dari wajahnya, sepertinya tidak mungkin kalau dia melakukan perbuatan yang buruk tetapi dibalik dari itu, dia sudah pernah melakukannya.. mengapa di dunia ini perlu orang yang buruk, apakah kalian tidak pernah terpikir untuk berbuat baik terhadap orang lain? termasuk juga kalian orang yang mempunyai sifat dan tabiat yang yang tidak bisa dilihat.. apakah kalian puas dengan menghina, main belakang, marah, mengumpat dan melakukan perbuatan yang tidak enak bagi orang lain? pernahkah kalian posisikan kalian terhadap orang yang mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya mereka dapatkan? saya setelah selesai melakukan perbuatan yang tidak meng’enak’an kepada orang lain, saya terus berusaha untuk tidak melakukannya lagi meskipun terkadang itu terjadi lagi.. mengoreksi diri sendiri itulah yang saya terus menerus lakukan..atau anda juga akan mendapat perlakuan yang sama yang dulu anda suka lakukan.. bagaimanapun juga kita ini sesama manusia dan pada hakikatnya kita membutuhkan kebaikan dan perhatian dari seseorang.. bayi yang baru lahir mempunyai sifat yang tulus dan tidak berpikiran untuk melakukan perbuatan buruk terhadap orang lain.. saya ingin mempunyai sifat seperti itu tetapi perlahan-lahan kita pun terseret ke dalam jurang dunia yang hitam ini dimana banyak sekali masyarakat sosial hanya mementingkan kesenangan dan ego tersendiri.. termasuk saya sendiri.. ~end~
“have you ever forgot to tell someone thank you? have you ever forgot to tell someone goodbye? have you ever forgot to tell someone you love them?” <quoted from RYOKITEKI NA KANOJO>
words
kata-kata sangat berarti bagi komunikasi manusia.. mulai dari percakapan sampai tulisan.. tapi pernahkah anda melihat serangkaian kata-kata yang begitu mengugah hati nurani anda? pernahkah anda diceramahin sehingga anda ingin mengubah sikap atau pandangan anda terhadap sesuatu? serangkaian kata tersebut yang memberi arti tersendiri bagi pemikiran kita sehingga dapat merubah pendirian kita yang telah lama dan membuka mata hati kita.. walaupun terkadang kita enggan untuk berubah tetapi kata-kata yang terngiang-ngiang di dalam telinga kitalah yang memberi semangat untuk maju.. ~end~
“run with all your might even if you know it’s going to be an out” <quoted from CHANGE>
love
belum lama ini, saya baru menonton film negeri kita yang judulnya LOVE yang di putar perdana di salah satu stasiun swasta.. tema yang diangkatnya berbeda dari sekian banyak tema film indonesia yang diusung meskipun tema ini mirip dengan film luar negri yang pernah saya nonton.. tema yang dibawa ialah beberapa kisah cinta yang digabungkan menjadi satu film.. di film LOVE ini ceritanya ada lima yaitu: yang pertama-tentang seorang cowok yang mendapati bahwa cewek yang disayanginya menderita penyakit dan akhirnya meninggal.. yang kedua-tentang seorang cewek yang mendapati bahwa cowok lamanya meninggalkan dia tapi akhirnya dia bersama dengan lelaki lain yang disayanginya.. yang ketiga-tentang sebuah keluarga yang sudah mempunyai anak akan tetapi istrinya selingkuh karena tidak bisa merasakan arti cinta.. yang keempat-tentang seorang cowok yang minder karena ceweknya itu seorang penulis yang terkenal.. yang kelima-tentang seorang nenek yang mengasihani seorang kakek yang menderita penyakit alzheimer.. bukan maksud saya untuk meng-spoiler film ini tetapi saya ingin menjelaskan bahwa ada banyak jenis cinta yang bertaburan di dunia ini.. ada cinta posesif/egois, cinta tak harus memiliki, cinta materi, cinta sejati, cinta tepuk sebelah tangan dan lain sebagainya.. tinggal dipilih saja anda sukanya seperti apa..
akhir-akhir ini saya terus memikirkan apa artinya cinta itu sendiri.. apakah cinta itu egois atau saling pengertian? saya merasa cinta itu terdapat keduanya ‘bahan’ tersebut.. dimana di saat tertentu kita bisa bersifat egois dan ingin mau menang sendiri, di saat lain juga kita memberi kepedulian dan pengertian.. tapi tetap saja cinta itu tidak ‘ada’ jikalau anda tidak memiliki seseorang yang berada di samping anda atau orang yang sayangi meskipun kita bertepuk sebelah tangan.. orang yang kita sayangi tentu penting tetapi apakah di dalam hati mereka, kita dianggap penting juga? saya berharap nantinya dapat ‘menemukan’ pasangan saya dan tentunya berharap akan menyayangi dia dengan sepenuh hati.. walaupun dia menderita cacat atau mendapatkan suatu penyakit, saya akan tetap mendukung dia dari belakang dan berdiri di sampingnya walaupun pastinya akan mendapat tekanan yang serius.. seperti dorama BEAUTIFUL LIFE yang saya tonton, orang yang cacat biasanya dipandang sebelah dan mendapatkan pelakuan yang buruk dari masyarakat.. apakah kita sudah pernah berpikir jauh-jauh hari sebelumnya jika pasangan yang kita cintai pada akhirnya akan menderita penyakit atau mengalami suatu cacat yang tidak disembuhkan? apakah anda mau menerima ‘dia’ yang telah menderita atau menolak dan menghilang dari matanya? saat ini saya masih terus mencari, mengejar-ngejar berapa ‘kedalaman’ cinta ini.. ~end~
“with you I should love to live, with you be ready to die” <Confucius>
habit
kita selalu mencari cara untuk memunculkan suatu kebiasaan yang bagus tetapi kemudian kita akan juga selalu kalah dengan ‘kemalasan’.. Sir Isaac Newton menemukan bahwa objek yang bergerak akan cenderung untuk terus bergerak, dan objek yang diam akan cenderung untuk tetap diam.. Dari diatas, kita bisa membuat kesimpulan bahwa untuk perlu memunculkan suatu kebiasaan adalah perlunya ‘langkah pertama’ dan seterusnya hukum-hukum fisika akan membantu untuk bergerak ke arah yang benar.. hal yang terberat adalah ‘memulainya’.. saya kira semua orang juga mengetahuinya tapi bagi saya, hal yang terberat adalah ‘mempertahankan’ momentum yang telah kita buat.. untuk memulainya yang kita butuhkan hanyalah sebuah motivasi untuk bergerak ke arah yang lebih baik tetapi setelah kita mulai, yang diperlukan adalah motivasi plus komitmen untuk terus-menerus melakukannya kembali.. inilah yang paling susah saya lindungi karena sering diserang penyakit kemalasan dan juga adanya beberapa ‘godaan’ yang ‘menghasut’ saya.. bukannya menentang hukum-hukum fisika, tetapi kita manusia memang punya kelemahan-kelemahan tersendiri yang sehingga memungkinkan kita untuk enggan melakukannya walaupun di dalam hati yang terdalam ini ingin sekali melakukannya.. ~end~
“to have begun is half the job: be bold and be sensible” <Horace>
out of control
palu yang biasanya digunakan dokter untuk memukul sendi anda yang berada di bawah lutut dan ternyata anda pun bertanya-tanya mengapa kaki anda bisa bergerak tanpa anda menyuruhnya.. kasus tersebut merupakan gerakan refleks dimana sensor yang membawa informasi-informasi yang diterima tidak melalui otak.. kadangkala kita selalu bisa kehilangan kontrol meskipun kita tahu seharusnya kita tidak harus melakukan perbuatan dan pada akhirnya kita sendiri juga yang menyesal.. gerakan refleks yang saya sebut diatas juga berlaku pada keadaan tersebut dimana otak kita serasa kosong dan tiba-tiba saja kita telah melakukan sesuatu yang bagi kita sendiri terasa sangat janggal bagi kita.. akumulasi ‘perasaan’ yang dipendam terus-menerus di paling dalam lubuk hati kita dan pada suatu saat kita tidak bisa menahan lagi akumulasi tersebut dan mulailah mencuat perlakuan yang tidak diseharusnya kita lakukan.. mekanisme pertahanan diri yang berada di dalam bawah sadar juga turut dalam membenarkan perbuatan kita yang kehilangan kendali kepada otak kita.. sebenarnya kita bisa mengatasi dengan cara menetralisir perasaan orang pada kita waktu masuk ke dalam lubuk hati kita dan lebih menggunakan logika kita daripada emosi semata yang membawa kita pada ambang kehancuran.. pemahaman terhadap perasaan orang lain turut harus kita lakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.. ~end~
“anger is a momentary madness, so control your passion or it will control you” <Horace>
specific
pernahkan anda disuruh untuk menunggu sebentar saja.. sampai kapan kita harus menunggu kita masih belum bisa mengetahuinya.. tapi otak kita selalu bisa mendefinisikan batas waktu yang disebut dengan ’sebentar’ tergantung situasi dan kondisi yang kita alami saat itu.. dan jikalau kita sudah menunggu lama dari batas waktu ’sebentar’ kita, maka amarah kita akan memuncak.. kenyataanya definisi dari ’sebentar’ kita dengan ’sebentar’ orang lain tentunya berbeda makanya kita dituntut untuk memberikan sesuatu ukuran atau takaran yang lebih spesifik kepada orang lain.. kadangkala juga kita bertanya kepada orang lain dan mereka menjawab dengan seadanya yang tidak ada inti dari perkataannya maka kita harus memberikan pertanyaan yang lebih spesifik sehingga kita bisa ‘mengorek’ isi pikiran mereka.. ~end~
“i strive to be brief, and I become obscure” <Horace>
hope
banyak dari kita terlalu berharap dan kenyataannya jauh dari harapan kita.. berpikiran optimis tentang sesuatu juga merupakan suatu harapan tapi terkadang bayang-bayang yang tidak baik ‘menghantui’ kita dan akhirnya kita berpaling dari optimisme kita.. memang saya akui berharap itu baik untuk kita karena adanya hukum universal tarik-menarik dimana kita berpikiran untuk mendapatkan sesuatu maka pada akhirnya kita mendapatkannya juga.. saya sering juga mendapati kejadian seperti itu.. beberapa kasus dimana kita harus menguatkan optimisme terhadap pengharapan kita tetapi di dalam hati kita ada sedikit rasa pesimis yang tidak bisa lari dari pikiran kita dan akhirnya kita memikirkan bagaimana kalau sesuatu yang tidak diinginkan itu terjadi.. pikiran kita terus berkecamuk dan perasaan tidak tenang, gelisah, dan sadar bahwa itu akan segera menjadi kenyataan.. walaupun apa yang kita pikirkan kita itu baik atau buruk, kita harus tetap menerima kenyataan yang akan datang.. berusaha agar yang kita inginkan itu terwujud, dengan begitu kita dapat menegakkan kepala kita dan menyaksikan betapa indahnya dunia ini.. ~end~
“hope guides me” <quoted from MATRIX REVOLUTIONS>
dream
bermimpi dan menjadi impian telah kita lakukan dari sejak kecil.. impian yang muluk-muluk terkadang terasa begitu indah jika kita memimpikannya.. dengan melihatnya melalui pikiran kita serasa begitu ingin kita menggapainya.. lama kelamaan mimpi waktu kecil kita tinggalkan.. selama kita berkembang dari kecil hingga menjadi besar seperti kita seadanya telah melalui proses pematangan dan otak kita telah berpikir bahwa imajinasi impian kita kecil tidaklah mungkin terjadi, itu hanyalah khayalan anak kecil belaka.. impian kita terus-menerus berganti hingga saat ini.. kadangkala kita terhempas dari impian kita di lautan manusia yang membusuk ini.. impian kita terbelangkalai dan terlalu terlena hingga kita menjadi buyar..
terus mencari-cari di dalam gelapnya dunia, berharap setitik cerah impian kita masih ada di dalam hati kita.. kuatkan pikiran dan hati nurani demi mengejar secercah impian kita yang belum terwujud seperti kita waktu kecil mengejar-ngejar kupu kupu nan indah ditemani dengan bunga-bunga bertebaran.. perasaan senang menghiasi wajah mungil kita.. ~end~
“i have a dream” <Martin Luther King, Jr>
adults
waktu kita kecil, kita sering mendengar dan menghormati apa yang dikatakan oleh orang yang lebih tua.. karena kita tahu dimatanya kita hanya orang yang tidak bisa hidup tanpa mereka.. memupuk kita hingga kita dewasa dan dapat ‘berjalan sendiri’.. semenjak saya menginjak langkah yang lebih dewasa, saya berpikir bahwa orang dewasa itu hanyalah fisik yang dewasa tetapi mentalnya masih seperti anak kecil yang tak terbelenggu.. kebanyakan seperti itu.. mengapa tidak? melihat apa yang mereka lakukan telah membuat saya muak terhadap mereka.. mengingatkan kita agar kita tidak berkelahi antar sesama tetapi mereka sendiri pun turut berkelahi.. bukankah kalau ada suatu masalah sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik? memarahi kita jikalau ada salah tetapi mereka sendiri membuat kesalahan dan berkata kalau manusia itu penuh dengan kesalahan.. bukankah itu alasan saja sama seperti kita tetapi mengapa kita dibentak habis-habisan oleh mereka? mengumpat tidaklah dianjurkan oleh orang dewasa kepada kita tetapi bukankah mereka mengumpat juga? berarti mereka sama saja seperti kita yang kecil ini..
saya mengerti mereka mengatur, memarahi, menasehati untuk kebaikkan kita agar kita dapat tumbuh menjadi orang yang bijaksana.. apa yang kurang dari orang dewasa adalah pengaturan seperti yang kita dapatkan dari mereka.. karena tidak ada yang mengatur mereka lagi, mereka dapat bertindak secara leluasa dan berkedok dengan namanya orang dewasa.. nasihat-nasihat yang seharusnya mereka dengarkan, mereka buang begitu saja dan tetap mereka lakukan kembali apa yang salah itu.. haus dengan kekuasaan, image, pujian, dan ketamakan membuat mereka bertambah liar dan liar sehingga mereka ingin mengejar-ngejar terus.. berarti mereka sama saja seperti kita yang kecil ini yang tak terkekang ini..
permainan yang kita mainkan makin lama makin berbahaya.. kita memainkannya dengan gembira pada awalnya tetapi lama-kelamaan menjadi tamak.. kita tahu bahwa ketamakkan akan membuat kita hancur.. akan tetapi kita terus menerus berpacu tanpa memerhatikan indikasi-indikasi kejatuhan.. kenyataannya, itulah pemain yang paling banyak sekarang di dunia ini.. ~end~
“how many roads must a man walk down before you call him a man?” <Bob Dylan>
memories
membuka lembaran-lembaran yang telah lama membuat kita teringat lagi apa yang telah kita lupa pada hari itu.. lembaran yang dipenuhi dengan kegembiraan membuat kita tertawa memikirkannya.. andaikan kita bisa mengulangi kejadian tersebut, kita pasti tak akan bosan-bosannya untuk kembali ke masa seperti itu.. kadangkala kita melewatkan lembaran dengan sengaja karena kita tidak ingin membuat luka berbekas lagi di hati kita.. anehnya, lembaran tersebut tanpa kita sadari terus mengingatkan kita kembali tanpa membuka lembaran-lembaran tersebut.. kepahitan terus menusuk hati kita hingga kita tak berdaya.. andaikan kita bisa membakar lembaran tersebut hingga menjadi abu dari ‘buku memori’ maka kita tak perlu menderita seperti ini.. menghindari dari lembaran tersebut daripada berhadapan langsung telah tertanam dalam pikiran kita.. pergulatan di dalam diri kita yang akan menentukan nasib lembaran tersebut.. apapun hasilnya, lembaran-lembaran itu akan banyak menentukan kita dalam kehidupan yang berikutnya.. ~end~
“memories are like stones, time and distance erode them like acid” <Ugo Betti>
stereotype
setiap kali kita suka melabeli seseorang karena mereka mempunyai sikap yang buruk.. padahal kita tidak tahu berapa juta alasan mengapa mereka melakukannya.. mungkin kita akan sedikit berpikir panjang kalau kita mengetahui ‘udangnya’ di balik batu.. ini juga merupakan tabiat buruk dari manusia yang sering memikirkan sesuatu tanpa masak-masak.. akankah kita sadar bahwa melabeli sesuatu orang tanpa mengetahui alasan juga termasuk perbuatan mendiskriminasi orang tersebut.. kita merasa tidak enak berada dekat dengan orang yang sudah kita labeli.. mencium bau datangnya membuat kita jijik setengah mati.. ingin serasa kita terus menjauhi dia..
dunia ini penuh labelan.. merasa senang kita lekatkan label itu ke kening orang.. tapi kita juga penuh dengan setumpuk labelan orang di sekitar kita.. kita ini secara tidak langsung hanya mempercayai diri kita sendiri saja bahwa apa yang kita pikir ini selalu benar.. kita merasa habis akal untuk bergaul dengan sikap mereka yang kunjung tiada henti menggangu kita.. bukankah itu merupakan suatu yang mustahil untuk mengubah orang yang akarnya telah tertanam berpuluh-puluh tahun lalu, pikir kita..
labelan itu selalu ada meskipun tidak mencuat ke permukaan.. kita ingin labelan itu tertutup rapat ke dalam hati kita yang paling dasar tanpa seseorang pun yang tahu.. perasaan bercampur-baur ketika ingin dekat atau jauh darinya.. dekat salah jauh juga salah.. mengapa kita harus terjepit pada situasi seperti ini.. pertentangan antara moral seseorang dengan perasaannya.. inginnya dia menghilang saja dari dunia yang pekat ini.. pasti dunia akan lebih damai dan tenang tanpa dia di sekitar kita.. ~end~
“character is the result of a system of stereotyped principals” <David Hume>
mask
banyak dari kita telah membuat suatu topeng di wajah kita, entah kenapa kita selalu memakainya.. mimik wajah kita ketika bersama dengan orang lain tersamar di dalammnya.. mengapa kita harus memakai topeng tersebut? bukankah lebih baik untuk melepasnya? topeng tersebut kita buat diam-diam dan telah melekat dengan begitu kuatnya hingga tak seorang pun tahu akan keberadaanya.. mereka tidak tahu bahwa perasaan kita terkoyak-koyak tapi mereka dengan senangnya melakukannya.. hanya dengan muka topeng kita meladeninya..
topeng tersebut terbuat dari perasaan yang tidak ingin menyakiti orang lain atau ketidakmampuan kita untuk melawan orang yang lebih berkuasa.. walaupun saya tahu itu baik untuk kita sendiri tapi lama-kelamaan topeng tersebut menyatu dengan wajah kita.. pemakaian topeng sering terlihat di kantor, dengan berat hati kita menuruti atasan kita.. senyuman simpul menenangkan hati atasan, tapi di dalam hati kita menggerutu tidak karuan..
mengetahui di balik topeng orang lain tentunya sangat jelek.. kalau kita telah melihatnya, mungkin lebih baik kita melihat topengnya yang dengan penuh kebaikan.. adalah suatu yang menggerikan mengintip suatu keburukan orang lain yang telah mereka simpan rapat-rapat.. tentu saja kita merasa tertipu, tapi topeng tersebut telah memberikan kita suatu kedekatan dengan orang.. mungkin anda sekarang bersama dengan topeng-topeng itu.. ~end~
“the most important kind of freedom is to be what you really are. you trade in your reality for a role. you give up your ability to feel, and in exchange, put on a mask” <Jim Morrison>
existence
sebenarnya kita dilahirkan untuk hidup, tetapi tujuan dari hidup itu sendiri penuh dengan tanda tanya.. ini adalah masalah sensitif dan biasanya dihubungkan dengan agama, adat-istiadat, dsb.. banyak orang tidak tahu hidup untuk apa, yang penting mereka dapat makan 3 hari secukupnya, menikah dengan orang yang disukai, mempunyai anak, berkarir gemilang, dan menikmati masa tuanya.. walau bisa dibilang itu merupakan tujuan hidup mereka..
dilahirkan, kita terus berlari-lari di lintasan yang jauh, kadangkala ada yang menghambat kita sehingga kita terkeok-keok berlari.. kadang juga lintasan begitu jelas terlihat sehingga kita tidak ambil pusing untuk menjalaninya.. pada akhir lintasan tersebut, kita akan mendapati sesuatu, melihat lintasan yang telah kita lalui, ada suka-cita di dalam keringat kita yang senantiasa jatuh.. membuat jejak-jejak air yang tak akan terlupakan bagi kita..
pada waktu tertentu, kita merasakan bahwa kehadiran di muka bumi ini hanyalah suatu debu yang melayang-layang di langit nan gelap, banyak orang yang lalu-lalang tanpa menghiraukan kita, di dalam akalnya ada hitungan-hitungan tidak jelas ataupun sayur yang harus mereka ingat untuk dibeli.. meratapi nasib kita yang begitu naas dan sepertinya kita telah menjadi ‘tembus pandang’ berjalan-jalan sendirian tanpa ada senyuman ataupun teguran yang menghampiri..
keberadaan seseorang itu sudah menjadi masalah tersendiri bagi kita.. pernahkah anda berpikir mungkin kita hanya seorang saja yang hidup di dunia yang besar ini dan yang lainnya bukanlah apa-apa, mereka hanya sistem belaka yang dijalankan untuk kita.. dan memang hanya untuk kita saja.. sistem yang membuat kita marah, sedih, senang, dan berbagai perasaan lainnya sehingga kita merasa kita itu ada.. mungkinkah kita ini adalah sistem juga? ~end~
“as far as we can discern, the sole purpose of human existence is to kindle a light in the darkness of mere being” <Carl Gustav Jung>
trapped
kita ini seperti bola kecil yang terperangkap dalam tubuh kita yang besar.. bola itu akan bereaksi terhadap macam situasi yang menimpa kita pada saat itu juga.. jikalau kita menerima marahan dari orang lain karena kita memang salah besar, maka bola itu akan terus menerus terpantul sana-sini di dalam tubuh.. makin lama makin keras karena kita tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun untuk menyangkalnya.. baru mau mengucapkan sudah dibantai habis-habisan dan diam seribu bahasa pada akhirnya..
itu hanyalah sepintas contoh saja.. dalam kehidupan biasa, banyak di antara kita mendapati lingkungan yang sama sekali tidak mendukung dengan karakter kita, maka seolah-olah kita merasa takluk sekali diantara mereka yang mulai memakan kita.. kandang kecil pun turut dibuatkan buat kita.. kebebasan kita terengut oleh mereka.. merasa kita hanya sesosok makhluk kecil tak berkutit di hadapan mereka.. ketika menghilang pun tidak ada orang yang tahu.. dan tak ada orang yang mencari kita kembali.. ingin serasa tidur dan tak akan pernah bangun kembali.. larut dalam mimpi yang indah..
tapi bola di dalam tubuh kita serasa ingin keluar dari tubuh kita.. hempasannya kencang dan mulai bertenaga.. ingin menemukan dirinya sejati kembali.. ingin membuat dunia sendiri dengan gelindingannya.. ~end~
“you have been trapped in the inescapable net of ruin by your own want of sense” <Aeschylus>
kid
mereka berlari dan bergerak-gerik beranekaragam hingga membuat kita tertawa melihat tingkahnya yang lucu.. kita dibuat ingin terus untuk menangkap gelat geliatnya yang menawan di hati kita.. dengan senyuman yang khas mereka mulai menghiasi ruang hampa di sekililing kita.. wajah mungilnya berseri-seri menatap kita.. kita pun pernah seperti mereka yang mempunyai kebebasan berekspresi.. kemanakah itu berada sekarang?
ketika kita masih anak kecil.. itu adalah hal yang sangat gampang.. kita berani berbuat.. mengambil segala tantangan yang ada dalam kehidupan.. kita tidak takut apa kata orang lain.. kebebasan yang hanya dimiliki pada saat itu juga.. kita melakukan apa yang kita mau pada saat itu.. tapi mengapa kita takut untuk berbuat sekarang? senyum juga terus melekat pada pipi anak, mengapa kita harus mengerut pipi kita tiap kali? apakah kita makin berkembang atau kita makin perlahan-lahan menjadi bodoh? kita yang senantiasa belajar dan belajar terus.. keberanian kita telah ciut seiring dengan bertumbuh menjadi dewasa.. mengapa kita harus kalah dengan anak kecil ingusan?
kita seperti mereka.. belajar dari pengalaman.. untuk itulah kita tidak perlu takut dengan kesalahan yang kita buat.. ingatkah pertama kali belajar bersepeda, tentu kita pernah jatuh, tapi kita bangkit lagi hingga kita dapat bersepeda seperti sekarang.. so, never grow up, my friends.. ~end~
“one of the most obvious facts about grown-ups to a child is that they have forgotten what it is like to be a child” <Randall Jarrell>
Recent Comments